Mengenal Obat Penghilang Bekas Jerawat yang Tepat

Mengenal Obat Penghilang Bekas Jerawat yang Tepat

Obat penghilang bekas jerawat yang dapat dipilih untuk mengatasi bekas jerawat adalah asam salisilat, AHA, asam salisilat, sampai niacinamide. Bekas jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang paling banyak dicemaskan oleh sebagian besar orang.

Saat ini, obat bekas jerawat ada sudah dijual bebas dan yang wajib dibeli dengan menebus resep dokter. Namun, ada sebagian obat bekas jerawat yang dapat dipilih untuk mengatasi bekas jerawat.

Mengenal Obat Penghilang Bekas Jerawat

Bekas jerawat menjadi salah satu permasalahan kulit yang paling sering dialami. Bahkan, kemunculannya bisa meninggalkan flek hitam yang sulit ditutupi.

Berdasarkan American Academy of Dermatology (AAD), menyatakan bahwa bekas jerawat adalah salah satu bagian dari proses penyembuhan jerawat. Jadi ketika jerawat telah menghilang, kulit akan mencoba untuk memperbaiki kerusakan kulit dengan cara memproduksi kolagen.

Namun, jika produksi kolagen terlalu sedikit, maka akan meninggalkan bekas luka yang berbentuk cekung. Sedangkan, bila produksi kolagen pada kulit terlalu banyak, maka bisa saja meninggalkan bekas jerawat. Dalam mengatasi permasalahan kulit ini, terdapat berbagai macam pilihan salep penghilang bekas jerawat yang bisa kamu gunakan.

Mengenal Beberapa Jenis Bekas Jerawat

Sebagian besar bekas jerawat bisa saja hilang setelah beberapa waktu, namun ada juga yang meninggalkan noda pada wajah. Terdapat berbagai jenis bekas jerawat, seperti rolling scar, ice pick scar, boxed scar, serta hiperpigmentasi.

Sementara itu, ada beberapa perawatan seperti punch elevation, laser, punch excision, dan dermal filler yang banyak digunakan untuk menghilangkan bekas jerawat.

Untuk bekas jerawat yang dikarenakan hiperpigmentasi, maka bisa kamu atasi dengan menggunakan krim. Hiperpigmentasi sendiri termasuk salah satu perubahan warna kulit dan terjadi karena peradangan.

Perawatan kulit yang menggunakan krim penghilang noda biasanya akan mempercepat proses penghilangan hiperpigmentasi. Namun, harus diingat bahwa bekas jerawat lainnya tidak bisa ditangani dengan pemberian krim semata.

Kandungan Aktif Obat Bekas Jerawat

Obat penghilang bekas jerawat merupakan salah satu jenis obat yang paling ampuh untuk mengobati keberadaan bekas jerawat. Obat bekas jerawat yang ada di apotik ini bisa kamu dapatkan secara bebas atau menulisnya menggunakan resep dokter.

Berbagai jenis salep yang dijadikan sebagai penghilang bekas jerawat ini, sudah mempunyai kandungan bahan aktif dan cara kerjanya berbeda-beda. Berikut ini sudah ada beberapa pilihan obat yang dapat menghilangkan bekas jerawat dengan cepat dan ampuh untuk digunakan.

BACA JUGA:  Jangan Asal Pilih Sabun Muka untuk Jerawat, Ini Alasannya

1. Asam Hidroksi Alfa (AHA)

Salah satu kandungan bahan aktif yang ada dalam obat bekas jerawat yaitu asam hidroksi alfa atau AHA BHA biasanya sudah pada salep jerawat dan bekas jerawat. Selain untuk mengobati jerawat, AHA juga berguna sekali untuk membantu menghilangkan sel-sel kulit mati serta mencegah pori-pori.

Sementara itu, AHA juga bekerja dengan mengikis lapisan kulit luar dan menimbulkan pertumbuhan kulit baru. Tidak ayal apabila dokter sudah merekomendasikan obat penghilang bekas jerawat dengan cara meratakan permukaan serta warna kulit.

Dari banyaknya jenis turunan kandungan AHA dalam obat jerawat, hanya asam glikolat dan lactic acid dipercaya ampuh mengurangi bekas jerawat. Efek dari obat ini hanya memerlukan waktu kurang lebih 2-3 bulan agar terlihat hasil yang optimal.

Namun, penggunaan salep bekas jerawat yang memiliki kandungan AHA harus konsisten. Apabila hal ini tidak dilakukan, maka proses untuk menghilangkan bekas jerawat dapat memakan waktu yang cukup lama.

2. Asam Laktat (lactic acid)

Kandungan bahan aktif yang ada dalam obat penghilang bekas jerawat selanjutnya, yaitu lactic acid. Lactic acid mampu sekali bekerja untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Bahkan, lactic acid juga bisa mengurangi tampilan bekas luka serta menghaluskan tekstur kulit.

Selain itu, adanya kandungan asam laktat bisa memperbaiki keadaan kulit bekas jerawat dengan meratakan warna kulit. Penggunaan obat penghilang bekas jerawat yang mengandung lactic acid setiap dua minggu sekali berturut-turut, dipercaya bisa menyembuhkan bekas jerawat di kulit.

3. Retinoid

Retinoid juga menjadi salah satu kandungan bahan aktif yang ada dalam obat bekas jerawat. Obat bekas jerawat di apotik sudah bisa bekerja untuk mengurangi lesi jerawat, menghambat peradangan, shampoo mempercepat pertumbuhan regenerasi sel-sel kulit.

Retinoid juga dapat membantu mencerahkan kulit hiperpigmentasi akibat adanya bekas jerawat. Namun, penggunaan retinoid harus dibarengi dengan penggunaan sunscreen. Retinoid menjadi salah jenis obat penghilang bekas jerawat, yang wajib ditebus dengan resep dokter.

Takaran dosis serta penggunaannya harus sesuai dengan arahan dokter spesialis kulit. Umumnya, retinoid bisa digunakan di malam hari mulai dari bentuk krim, gel, serta losion.

Penggunaan dari salep penghilang bekas jerawat retinoid bisa menyebabkan kulit kering, meningkatkan sensitivitas terhadap paparan sinar matahari, sampai terasa sensasi seperti terbakar.

Oleh karena itu, kamu harus menggunakan tabir surya atau sunscreen jika ingin menggunakan retinoid sebagai obat penghilang bekas jerawat, UU untuk mencegah risiko kulit terbakar.

Obat Bekas Jerawat Alami di Rumah

Selain bisa menggunakan berbagai obat menghilangkan bekas jerawat di apotik, kamu juga dapat memaksimalkan jerawat bahan alami yang ada di rumah. Namun hal yang perlu diingat, selalu konsultasikan dengan dokter jika ingin menambahkan obat yang dapat menghilangkan bekas jerawat.

BACA JUGA:  Cara Menghilangkan Jerawat, Praktis, Mudah dan Cepat

Hal ini, karena dikhawatirkan, bahan alami tertentu tidak terbukti secara ilmiah untuk menghilangkan bekas jerawat. Bahkan, bisa saja berisiko dan bereaksi dengan obat bekas jerawat di apotik yang sedang kamu konsumsi.

Berikut ini sudah ada berbagai macam obat penghilang bekas jerawat alami yang dapat kamu gunakan di rumah untuk menghilangkannya.

1. Tea Tree oil

Tea Tree oil menjadi salah satu obat bekas jerawat alami yang bisa kamu gunakan. Manfaat dari tea tree oil untuk kulit biasanya digunakan oleh orang yang mengalami masalah bekas jerawat.

Kamu bisa langsung mencampurkan 3-4 tetes tea tree oil dengan 1 sendok teh minyak kelapa. Kemudian, aduk rata, lalu oleskan obat penghilang bekas jerawat secara merata pada kulit yang ada bekas jerawat.

Berikutnya biarkan semalaman atau selama 1-2 jam, dan bilas kulit hingga bersih menggunakan air. Kemudian, lakukan setiap hari secara rutin untuk memperoleh hasil terbaik.

2. Madu

Madu juga bisa menjadi pilihan obat penghilang bekas alami berikutnya. Madu mempunyai sifat antiseptik dan anti radang yang bisa menyembuhkan kulit rusak serta mencegah timbulnya jerawat di kemudian hari. Sifat pelembab yang ada pada madu juga akan menghilangkan jaringan parut, mempercepat perbaikan kulit, serta bekas jerawat.

3. Lidah Buaya

Lidah buaya juga bisa menjadi obat penghilang bekas jerawat lainnya. Manfaat dari lidah buaya untuk kulit ini berasal dari sifat antioksidan dan anti radang yang dapat memperbaiki kulit rusak dengan cara mengecilkan ukuran jaringan parut yang timbul.

Cara menghilangkan noda hitam bekas jerawat dengan menggunakan lidah buaya yaitu mengoleskannya pada jerawat secara merata. Kemudian, bisa diamkan semalaman, lakukan setiap hari secara rutin agar bekas jerawat bisa hilang sepenuhnya.

Bagi kamu yang memiliki mengalami jerawat parah sebaiknya harus bersabar dalam mengobati bekas jerawat. Tidak ada salahnya untuk langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.

Agar bisa menemukan kombinasi obat bekas jerawat di apotik yang paling ampuh. Dokter biasanya akan menentukan obat penghilang bekas jerawat yang sesuai dengan jenis kulit seta tingkat keparahan.

Cara Memilih Krim Penghilang Bekas Jerawat

Agar kamu tetap bisa mendapatkan krim yang tepat, maka setidaknya ada tiga hal yang harus kamu perhatikan sebelum membeli produk. Berikut ini sudah ada tips dan pilihan krim obat penghilang bekas jerawat sesuai dengan kebutuhan kamu.

1. Pilih Bahan Aktif yang efektif

Saat memilih krim yang dipercaya bisa menghilangkan noda hitam bekas jerawat, maka perhatikanlah kandungan dari bahan aktifnya. Pilihlah bahan aktif yang bisa mencerahkan bekas jerawat dan memberikan efek eksfoliasi. Bahkan, retinol atau retinoid bisa menjadi salah satu bahan aktif yang mempunyai kedua fungsi tersebut. Sementara itu, retinol juga bisa meningkatkan produksi kolagen yang ada dalam kulit.

BACA JUGA:  ANEKA MASKER ALAMI UNTUK JERAWAT

Bahan-bahan lain yang efektif sekali menghilangkan noda yakni vitamin C, glycolic acid, niacinamide, azelaic acid. Bahan-bahan ini juga turut membantu mengurangi produksi melanin dan berperan sebagai anti-inflamasi.

Selain bahan-bahan yang ada di atas, terdapat salicylic acid yang dapat memberikan efek eksfoliasi ringan untuk mengangkat sel kulit mati. Tidak hanya itu saja, salicylic acid juga bisa mencegah jerawat yang membandel.

Jadi apabila kamu mempunyai kulit berjerawat, alangkah baiknya pilih krim yang sudah mengandung bahan aktif seperti ini.

2. Pastikan Kandungan Pelembab

Pada Area di sekitar kulit yang berjerawat pasti seringkali mengering sampai membuat kulit terlihat kasar. Apabila terjadi seperti itu, maka sebaiknya jangan mengelupaskan kulit kering karena akan menyebabkan iritasi.

Hal ini yang bisa kamu lakukan adalah mengoleskan obat penghilang bekas jerawat agar regenerasi kulit bisa berjalan dengan lancar. Berhubungan dengan hal yang ada di atas, sangat direkomendasikan krim penghilang noda yang mengandung pelembab.

Misalnya saja, bahan-bahan seperti Aloe vera dan madu bisa memberikan kelembaban yang diperlukan oleh kulit. Sementara itu, bahan ini juga bisa mengurangi iritasi jerawat sehingga kulit tidak akan merah.

3. Gunakan Produk Berukuran Kemasan Kecil

Kamu bisa menggunakan obat penghilang bekas jerawat berukuran kemasan kecil pada penggunaan pertama. Sebaiknya, merk krim penghilang bekas jerawat sudah tersedia di pasaran.

Apabila kamu tidak yakin dengan pilihan sendiri, maka disarankan kamu memilih produk berukuran kecil terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa langsung menilai keefektifan produk tersebut sebelum memutuskan untuk membeli ukuran normalnya.

Selain itu harganya juga lebih terjangkau, bahkan produk berukuran kecil praktis dibawa bepergian dan tidak makan banyak tempat. Produk berukuran kecil akan menjadi pilihan terbaik untuk mengetahui cocok atau tidaknya kulit kamu.

Tips Agar Terhindar dari Jerawat

Agar kamu bisa terhindar dari jerawat maka jangan lupa gunakan sunblock saat sedang melakukan perawatan terhadap masalah hiperpigmentasi. Bahan aktif yang bisa digunakan untuk masalah hiperpigmentasi biasanya akan menyebabkan kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari.

Oleh karena itu, kulit perlu sekali dilindungi dengan menggunakan sunblock. Bahkan, kadar UV yang rendah juga bisa menstimulasi pembentukan pigmen dan menimbulkan permasalahan hiperpigmentasi baru.

Oleh karena itu, proteksi terhadap sinar UV bisa membantu keberhasilan terapi serta mencegah terbentuknya hiperpigmentasi baru. Maka gunakanlah sunblock yang bersifat broad spectrum dengan SPF sekitar 30.

Obat penghilang bekas jerawat bisa digunakan secara rutin untuk hasil yang maksimal. Bagi kamu yang merasa sudah mencari obat bekas jerawat, bisa temukan informasinya selengkapnya.