Cara Memilih Obat Jerawat di Apotik dengan Benar

Cara Memilih Obat Jerawat di Apotik dengan Benar

Obat jerawat di apotik saat ini sudah tersedia berbagai macam pilihan yang dapat mengatasi masalah kulit kamu. Namun, kamu harus mengetahui mana obat jerawat yang cocok untuk kamu.

Hal ini dilakukan sebagai cara memilih obat Jerawat yang menjadi gangguan kulit sejuta umat, karena benjolan yang muncul ini sering ditemukan di wajah orang dan mengganggu penampilan.

Bentuk-bentuk Obat Jerawat di Apotik

Mendapatkan obat jerawat memang perkara yang mudah, namun harus memilih yang tepat. Sebelum kamu mengetahui lebih jauh terkait jenis bahan obat jerawat, sebaiknya kamu mengetahui bentuk-bentuk obat jerawat terlebih dahulu.

  1. Cleanser, termasuk pembersih wajah yang dikhususkan untuk orang yang berjerawat.
  2. Toner dan astringent, termasuk obat jerawat berupa cairan ini dioleskan pada kulit yang mengalami jerawat dengan kapas.
  3. Gel, Krim, lotion, dan salep, umumnya akan dibalurkan pada daerah berjerawat dan ditinggalkan dalam waktu lama. Ini menjadi salah satu jenis obat jerawat yang ada di apotik yang paling berisiko memicu iritasi pada kulit

Pada umumnya, kulit yang berminyak lebih cocok menggunakan produk yang memiliki obat jerawat di apotik tipe cleanser, gel, astringent, serta lotion. Sementara itu, untuk kulit yang kering dan normal harus menggunakan obat jerawat tipe salep, lotion, toner bebas alkohol, krim, serta cleanser yang tidak berbahan dasar busa.

Jenis Bahan Obat Jerawat yang Perlu Diketahui

Setelah kamu mengetahui bentuk Obat jerawat yang ada di Apotik cocok dengan kamu, maka harus mencari tahu apa saja bahan obat jerawat tersebut m Berikut ini sudah ada beberapa bahan obat jerawat yang tersedia di apotik.

1. Alkohol dan Aseton

Alkohol dan aseton merupakan salah satu senyawa yang digabungkan ke dalam obat jerawat bagi penderita kulit berminyak. Alkohol ini berguna untuk mengurangi bakteri pemicu jerawat dan aseton untuk menghilangkan minyak berlebih dari kulit.

Obat jerawat di apotik sebenarnya bermanfaat untuk mengurangi penyumbatan pori yang bisa ditemukan di obat jerawat dalam bentuk toner, cleanser, serta astringent.

2. Asam alfa hidroksi (AHA)

Ada dua jenis asam alfa hidroksi yang ada dalam obat jerawat yang dijual di apotik, yakni asam laktat dan glikogen. Senyawa ini berguna untuk mengurangi menghilangkan sel kulit mati dan peradangan, menstimulasi pertumbuhan kulit yang halus.

BACA JUGA:  7 Obat Totol Jerawat dan Bekasnya Paling Ampuh

3. Asam Salisilat

Asam salisilat merupakan salah satu kandungan bahan dalam obat jerawat di apotik yang ampuh untuk mencegah terjadinya penyumbatan pori-pori di kulit. Kamu dapat menemukan 0,5 hingga lima persen asam salisilat dalam obat jerawat apotik.

Cara Mencegah Jerawat dengan Tepat

Obat jerawat yang ada di Apotik sangat ampuh digunakan bagi kamu yang ingin mengobati jerawat membandel. Namun, penggunaan dari obat ini tidak boleh dilakukan sembarangan.

Selain menggunakan obat jerawat yang ada di apotik, terdapat beberapa obat resep dokter yang kamu diperlukan untuk memaksimalkan pengobatan. Pada umumnya, jerawat bisa disebabkan adanya pori-pori kulit tersumbat, produksi sebum, serta bakteri.

Keadaan ini menimbulkan peradangan sehingga jerawat muncul. Bagi sebagian besar perempuan, kemunculan jerawat masih dapat disamarkan dengan penggunaan make up. Namun, hal ini tidak bisa dijadikan sebagai pengobatan jerawat yang tepat.

Obat Jerawat Tanpa Resep Dokter

Obat jerawat di apotik tanpa resep dokter dapat dilakukan sebagai cara untuk mengobati jerawat ringan berupa bruntusan, bintik-bintik kecil serta komedo. Untuk mengetahui informasi lebih jelasnya, simak penjelasan mengenai pilihan obat jerawat di bawah ini.

1. Benzoyl Peroxide

Benzoil peroksida menjadi salah satu pengobatan jerawat tanpa resep dokter. Kamu dapat menemukan benzoil peroksida dalam bentuk obat totol jerawat, toner wajah, sabun cuci muka, atau krim wajah.

Benzoil peroksida sudah bekerja secara efektif untuk membunuh bakteri penyebab jerawat dan mencegah sel-sel kulit mati yang bisa menyumbat pori-pori. Bahkan, sebagian orang, benzoil peroksida adalah obat jerawat di apotik yang ampuh untuk mengobati jerawat skala ringan sampai sedang.

Cara menghilangkan bekas jerawat dan jerawat dengan benzoil peroksida biasanya memerlukan waktu 4-6 minggu lamanya. Pada awal pengobatan jerawat menggunakan benzoyl peroxide, jerawat kamu akan bertambah parah.

Bahkan, kulit wajah dapat kering, memerah, terasa perih, serta mengelupas sebagai efek sampingnya. Namun, tidak perlu cemas karena reaksi ini termasuk hal yang normal dan menjadi proses dari penyembuhan jerawat.

Apabila kamu mempunyai jenis kulit yang sensitif, maka kamu bisa meredakan kulit kering dan mengelupas dengan menggunakan pelembab terlebih dahulu sebelum menggunakan obat oles benzoil peroksida.

Selanjutnya, tidak lupa menggunakan tabir surya sesudah mengoleskan obat jerawat di apotik ini, terutama bila kamu ingin ke luar rumah pada pagi dan siang hari.

Umumnya, penggunaan benzoyl peroxide bisa meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultraviolet (UV). Bahkan, benzoil peroksida harus digunakan secara terus-menerus untuk mencegah timbulnya jerawat lain di hari kemudian.

2. Asam Salisilat

Obat jerawat di apotik ampuh selanjutnya yaitu asam salisilat. Kamu dapat membeli salep untuk menghilangkan jerawat yang mengandung asam salisilat dengan kisaran dosis mulai dari 0,5% sampai 5% di apotek.

BACA JUGA:  Kandungan Sabun Menghilangkan Bekas Jerawat yang Ampuh

Obat jerawat yang paling ampuh ini banyak mengandung asam salisilat dan bisa didapatkan di apotek atau melalui resep dokter. Hal ini dilakukan untuk mengobati jerawat bersifat ringan sampai sedang.

Asam salisilat yang digunakan untuk jerawat bisa membantu menjaga pori-pori kulit terlihat tetap bersih dan mencegah penyumbatan pori-pori. Hal ini karena adanya penumpukan sel-sel kulit mati.

Cara untuk mengobati jerawat dengan asam salisilat, alangkah lebih baiknya dilakukan secara rutin, terutama saat sedang berjerawat. Apabila kamu berhenti menggunakannya, maka penyumbatan pori-pori jerawat bisa muncul kembali.

Terdapat beberapa efek samping yang timbul akibat penggunaan obat jerawat di apotik ini yakni kulit kering, terasa perih, sampai iritasi. Penggunaan asam salisilat untuk jerawat sebenarnya bisa meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV.

Selain obat itu, kandungan asam salisilat juga sudah tersedia dalam bentuk krim wajah, sabun cuci muka, atau produk perawatan kulit lainnya.

Obat Penghilang Jerawat Resep Dokter

Untuk kasus jerawat yang berat atau parah, penggunaan obat jerawat di apotik tidak akan berhasil dilakukan. Oleh karena itu, segera lakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pilihan obat penghilang jerawat yang tepat. Berikut ini sudah ada beberapa pengobatan jerawat yang umum direkomendasikan oleh dokter.

1. Antibiotik

Salah satu obat yang digunakan untuk penghilang jerawat resep dokter yaitu antibiotik. Antibiotik sendiri memang bekerja lebih lambat dalam mengobati jerawat, namun jika dibandingkan dengan jenis obat jerawat lainnya sangat ampuh.

Antibiotik yang ada di dalam jerawat sudah tersedia dalam bentuk gel, krim atau lotion. Di mana akan langsung dioleskan pada permukaan kulit sampai obat minum (oral).

Umumnya, pengobatan jerawat ini bisa digunakan untuk menghilangkan jerawat bertaraf ringan sampai parah atau sudah meradang. Terdapat berbagai jenis salep antibiotik, namun yang paling sering diresepkan oleh dokter yaitu clindamycin dan erythromycin.

Umumnya, penggunaan salep antibiotik untuk jerawat bisa dibarengi dengan mengoleskan benzoil peroksida atau lainnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya risiko resistensi antibiotik.

Sedangkan, obat jerawat di apotik yang paling umum diresepkan yaitu doxycycline, minocycline, dan tetracycline. Sebenarnya, semua cukup efektif sebagai cara menghilangkan jerawat.

2. Retinoid

Retinoid merupakan salah satu turunan dari vitamin A yang mempunyai efek anti radang dan bisa digunakan untuk mengobati jerawat membandel.

Cara menghilangkan bekas jerawat ini berbentuk obat topikal yang dioleskan langsung ke permukaan kulit. Terdapat beberapa jenis retinol yang digunakan seperti Retin-A, tretinoin, serta tazarotene.

3. Isotretinoin

Isotretinoin merupakan salah satu obat jerawat di apotik minum untuk jerawat yang umum diresepkan oleh dokter dalam mengobati jerawat kistik. Biasanya, obat jerawat batu ini diberikan apabila tidak ampuh menghilangkan jerawat dengan antibiotik dan benzoil peroksida.

BACA JUGA:  5 Makanan menghilangkan Jerawat Ini Cukup Efektif

Efek samping dari penggunaan isotretinoin, yaitu bibir pecah-pecah, gangguan fungsi hati, nyeri sendi, peningkatan kadar lipid, sampai depresi. Oleh karena itu, kamu harus memastikan untuk berkonsultasi dengan dokter jika kamu mengalami salah satu gejala tersebut.

Baiknya, ibu hamil tidak boleh menggunakan isotretinoin karena bisa meningkatkan risiko kelainan bawaan pada bayi, bayi prematur, sampai kematian. Bagi kamu yang hamil atau dalam rentang usia reproduksi, alangkah baiknya beritahu dokter saat melakukan konsultasi.

Mengobati Jerawat melalui Tindakan Medis

Tidak hanya menggunakan berbagai obat jerawat di apotik, ada beberapa pengobatan jerawat yang melibatkan tindakan medis tertentu, yaitu:

1. Chemical Peeling

Chemical peeling merupakan salah satu prosedur yang berguna mengikis lapisan kulit paling atas agar bisa tumbuh menjadi lapisan kulit baru. Saat langkah ini dilakukan, oleh dokter kulit maka akan mengoleskan substansi asam tertentu ke permukaan kulit. Chemical peeling bisa memperbaiki jaringan parut yang diakibatkan oleh jerawat ringan.

2. Dermabrasi

Dermabrasi merupakan salah satu teknik pengelupasan atau mengikis lapisan kulit luar yang menggunakan alat khusus. Dengan begini, sel-sel kulit yang baru bisa muncul segera.

3. Terapi Fotodinamik

Terapi fotodinamik merupakan salah satu obat jerawat yang ada di apotik dilakukan dengan menggunakan laser pada kulit berjerawat. Cara medis ini berguna untuk membunuh bakteri penyebab jerawat serta mengurangi produksi minyak berlebihan kulit.

Tips Mencegah Jerawat Muncul

Setelah kamu menerapkan berbagai jenis pilihan obat jerawat di apotik, pasti kamu tidak ingin masalah jerawat kembali mampir di kulit. Berikut ini sudah ada tips mencegah jerawat muncul kembali yaitu:

  • Pertama, cuci muka secara rutin dua kali sehari dengan menggunakan sabun pembersih wajah bebas minyak.
  • Kemudian, hindarilah penggunaan kosmetik yang telah mengandung minyak serta rentan menyumbat pori-pori.
  • Selanjutnya, selalu menggunakan pelembab dan sunscreen yang bersifat non comedogenic.
  • Tidak boleh menyentuh atau memencet jerawat.
  • Mandi sesudah berolahraga dan hindari menggunakan pakaian ketat.
  • Dapat mengurangi stres.
  • Baca Juga

Penggunaan obat jerawat di apotik paling ampuh memang memerlukan kesabaran. Hal ini karena hasilnya tidak terjadi secara instan. Jadi, kamu membutuhkan waktu beberapa minggu sebelum hasil pengobatan terlihat. Bahkan, adanya kulit akan terlihat semakin meradang sebelum membaik.

Namun, alangkah baiknya kamu tidak menghentikan pengobatan jerawat sendiri tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Kamu bisa mencari tahu jenis kulit kamu cocok dengan obat jerawat yang mana agar terhindar dari iritasi

Namun, apabila kamu masih bingung dengan berbagai pilihan obat jerawat di apotik yang ada, maka tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter.